Selasa, 25 November 2014

KERISTOLOGI

Oleh: Sunarto

Ada sebagian orang menganggap bahwa memiliki keris akan dapat menjadi musyrik dan syirik, hal tersebut terjadi jika kita salah dalam memandang keris, mungkin kita percaya akan kehebatan keris yang mampu membuat kaya, mampu membuat aman, menambah kewibawaan, mampu membuat bahagia dan melupakan kekuasaan Allah swt., cara pandang yang salah tersebut harus kita perbaiki sejalan dengan membuka dan mengkaji secara mendalam informasi-informasi yang dihadirkan oleh al-Quran.

Secara khusus, surat ke 57 di dalam al-Quran mengambil nama alhadid yang berarti besi, hal ini adalah salah satu cara al-Quran untuk memberikan kesan keseriusan informasi yang akan dihidangkan. Pertanyaan yang muncul adalah, ada apa dengan besi?

Kata alhadid, diambil dari ayat ke 25 dalam surat tersebut. Dalam ayat itu diungkapkan secara jelas bahwa besi memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dan banyak sekali manfaatnya bagi manusia, wa anzalnal hadiida fiihi ba’sun syadiidun wamanafi’u linnaasi.

Para mufassir, tampaknya sangat berhati-hati atau sedikit penasaran dengan kata anzalna yang digunakan al-Quran pada ayat anzalnal hadiida, makna paling dekatnya adalah kami turunkan besi, seperti waanzalna minassamaa-i maa-a yang berarti kami turunkan air (hujan) dari langit. Lalu, darimanakah besi itu diturunkan? Dari langit? Atau dari mana? Logika kita, turun ya dari atas. Ibnu Abbas, menafsirkan dengan kholaqnal hadiida (Tanwirul Miqbas min Tafsiri Ibni Abbas) yang berarti kami ciptakan besi, yang kemudian banyak para mufassir selanjutnya menjadi makmum beliau.

Seorang ilmuwan terkenal yang menjadi pembicara dalam seminar “mukjizat ilmiah al-Quran alkarim” DR Strogh yang juga begitu tersohor dikalangan badan antariksa amerika (NASA) mengatakan, “kami telah melakukan berbagai penelitian terhadap barang tambang bumi dan sejumlah penelitian laboratorium, namun hanya satu jenis barang tambang yang sangat membingungkan para ilmuwan, yaitu BESI. Dari sisi kapasitasnya, besi memiliki bentuk (struktur) yang unik. Agar elektron-elektron dan nitron-nitron dapat menyatu dalam unsur besi, maka ia butuh energi yang luar biasa mencapai 4 kali lebih besar dari total energi yang ada di planet matahari kita. “ini berarti, tidak mungkin besi itu telah terbentuk saat berada di bumi, pasti ada unsur aneh yang turun ke bumi dimana ia belum terbentuk di sana”.

Dengan informasi di atas, telah sedikit membantu kita untuk membuka dan memahami studi ayat ini, bahwa besi itu diturunkan, karena memang besi adalah turis asing yang sudah menetap lama bumi, seperti halnya meteor, dia punya kekuatan, dan karena kekuatan itu sehingga memberikan banyak manfaat untuk manusia.

Lalu, apa kaitannya dengan keris? Jawabannya, besi inilah yang dijadikan para empu sebagai bahan baku untuk membuat keris, besi itu ditempa dengan api. Pengelolaan besi dengan penempaan seperti itu ternyata terdapat informasinya di dalam QS. Alkahfi: 96.

Tekhnologi pengelolaan besi, tampaknya telah dikuasai manusia sejak zaman nabi Daud a.s. hal itu terungkap dalam QS. Al-Anbiya: 80, QS. Saba’: 10-11. Al-Quran sendiri menyebut kata besi sampai 9x dalam berbagai surat.

Berkenaan dengan manfaat besi, Ibnu Abbas menjelaskan bahwa kekuatan besi itu bisa untuk perang, membunuh musuh (Tanwirul Miqbas min Tafsiri Ibni Abbas). Di era kejayaan Islam, berkembang pesat tekhnologi pengolahan besi dan baja serta seni membuat pedang, Damaskus adalah tempat yang sangat masyhur di dunia pada waktu itu. Pedang tersebut tidak lain adalah untuk berperang. Hal ini sangatlah berbeda dengan Jawa, para empu melihat besi lebih kepada dimensi esoterisnya, maka kita bisa lihat bahwa keris itu bukan untuk perang, melainkan sebagai pusaka, kewibawaan, mahabbah, dll. Sejarah mencatat, Islam masuk di tanah jawa bukan dengan perang, teks-teks manuskrip banyak kita temukan hampir semua membahas tentang tasawuf. Maka jangan heran, para empu selalu menirakati keris yang dia buat, mereka berpuasa, mereka memandikannya, mereka memberinya nama, keris itu Seakan-akan hidup karena memang ada energi spritual di dalamnya. Rosul sendiri memberikan nama untuk pedang-pedangnya seakan-akan pedang itu hidup. Do’a-do’a dan laku tirakat si empu itulah yang menjadi energi positif yang ada di dalam keris tersebut, tidak jauh beda dengan air yang semakin baik molekulnya setelah ditiupkan do’a di dalamnya. Maha benar Allah dengan segala firmanNya. Wallahu a’lam


Tidak ada komentar: